Untuk apa aku harus berbuat lebih? Buat apa aku harus lebih rajin? Lha wong ketika ujian, antara aku dan temanku yang lebih rajin hanya terpaut beberapa point…Logika bodoh ini sudah setahun lebih menggelayuti pikiran malasku, ia ibarat musuh dalam selimut, melemahkan otot otot tubuhku, mengakukan sendi sendi tulangku, menyumbat aliran semangatku dan akhirnya membuatku lebih memilih belajar seadanya dibandingkan belajar lebih, tak heran jika akhirnya nilai yang kumiliki anjlok tajam dibandingkan semester awal, hal itu kusadari sekali, sehingga berkali kali pula aku menyusun ulang target-targetku, tapi hasilnya nihil. Logika ini memang benar benar keterlaluan.
Sampai akhirnya 2 buah tulisan menyentak alam berpikirku, sebuah catatan milik seseorang dari sebuah jejaring sosial yang berjudul “waktu yang kuhabiskan” dan sebuah novel yang berjudul “negeri 5 menara”.
Dari situ sebuah logika tandinganpun menonjok K.O logika bodohku itu, ia akhirnya menyerah dengan logika yang kuberi nama logika sang juara, kenapa? Karena antara seorang pemenang dan seorang pecundang terkadang hanya terpaut oleh sebuah besaran yang begitu tanggung, sabagai contoh, pernahkah anda menyaksikan lomba lari cepat, lihatlah betapa tipisnya pencapaian catatan waktu juara 1 dan juara 2, bisa jadi hanya sepersekian detik saja, namun apakah lantas sepersekian detik itu membuat juara 1 menjadi 2 orang, tetap saja tidak.
Pencapaian sepersekian detik yang akhirnya menjadikannya juara bukan terjadi begitu saja dan bukan pula dihasilkan oleh usaha yang seadanya namun melalui usaha yang terus menerus setiap detik, menit, jam dan hari yang kita luangkan dan terkadang membosankan. namun itu semua adalah sebuah bayaran yang pantas untuk sebuah pencapaian.
Itulah mengapa akhirnya aku sadar, bahwa seandainya saja kita berusaha sedikiiit saja lebih baik dari kebanyakan orang , maka kita akan menjadi sang juara itu.
“…kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah, sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal” (Ali Imran[3];159)”




0 komentar:
Posting Komentar