Motive or Action ???

Entahlah kawan, aku bukan seorang penulis handal yang mampu mengukir kata kata manis hingga mampu menyihir pembaca, aku juga bukan seorang motivator ulung yang mampu menghipnotis orang dengan bara panas yang keluar dari ucapannya, otakku memaksaku menulis tulisan yang bahkan aku pun bingung harus memulai hikmah ini dari mana…

Sudah 5 hari ini aku tak menunjukkan batang hidung di depan dosen mata kuliah, alasannya? Sakit kah? Sibuk Acara kah?Malas kah? atau pulang kampung kah^^? Sama sekali bukan, ketidak hadiranku hanya karena aku berkutat pada pada tuts keyboard dan  clickkan mouse didepan sebuah layar 14”. Hal yang sebelumnya bagiku amat membosankan dan membuat mata berkunang kunang, aku lebih memilih berkutat dengan angka dan huruf diatas kertas dibandingkan berkutat dengan keyboard dan mouse. Ah…tak terlalu penting  apa yang sedang kukerjakan dengan benda itu.

(ribet ya nulis pake bahasa resmi banget…ckckck, udahlah cekidot aj langsung dibawah)

Menurut ente mana dulu yang muncul dalam setiap aktivitas ente? Motive atau action dulu? ( buat yang gak ngerti bahasa daerah planet, motive:  alasan, action:tindakan), ane rasa kita gak perlu berdebat panjang lebar tentang masalah ginian, karena keduanya memegang peranan penting,  orang-orang  yang yang memiliki motive tetapi tidak melakukan action, sama saja dengan orang yang sedang mimpi disiang bolong, sama aj kayak orang ngelamunin nikmatnya surga  tapi kerjanya ngejamret emak orang, hanya berharap pada keajaiban turun dari langit sampe harapannya terkabul. Begitu juga seballiknya orang-orang yang tidak memiliki motive yang jelas tapi langsung ngelakuin action, maka Insya Allah orang yang ginian bakal kesasar, karena hanya melakukan sesuatu tanpa tahu mau kemana, hidupnya akan hambar karena bara semangatnya cepat kendur dimakan waktu.

Katanya Anthony Robbins pakar peak performace dari seberang sono, menyimpulkan bahwa “emotion creates motion” yang artinya perasaan yang termotivasi  akan mendorong kita untuk mengambil tindakan, dan sebaliknya, juga berlaku “motion creates emotion” yang artinya  jika kita mengambil tindakan dengan dengan penuh semangat maka emosi untuk terus berusaha akan tercipta dengan sendirinya. Hikmah yang kita ambil adalah jika suatu ketika kita gak punya semangat dalam melakukan sesuatu, maka ambilah tindakan untuk mulai melakukannya walaupun kecil, dan semangat akan datang dengan sendirinya. Nah… jika sudah bersemangat lakukanlah tindakan selanjutnya untuk menguatkan semangat anda, asal tahu aja, motivasi adalah suatu siklus yang tidak terputuus  antara tindakan dan tujuan, yah gampangnya itu ibarat siklus  pernafasan kita, antara menghirup udara dan mengeluarkannya, gak boleh terputus.


Eh jadi teringat sesuatu…..

 “Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu dijalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (TQS At Taubah ayat 41)

Jauh sebelum pakar kita diatas lahir, Al Quran kita ternyata udah ngejalasin tentang yang beginian dengan indah, kira kira ayat diatas menjelaskan dengan jelas yang kalau bahasa anak muda jaman sekarang, Just do it! Lakukanlah baik dalam keadaan ringan (semangat) ataupun berat (malas). Gak usah banyak alasan.

Secara umum ada dua alasan yang mendasar yang dapat memotivasi kita untuk mengambil tindakan, yang pertama adalah kenikmatan (pleasure) dan keinginan untuk menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan (pain). Kita bisa saja termotivasi untuk melakukan sesuatu karena kenikmatan yang ingin kita dapat atau justru termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk menghindarkan diri dari sesuatu yang tidak menyenangkan yang bakal menimpa kita.

Gampangnya begini, seandainya anda diberi tugas oleh seorang dosen untuk membuat sebuah rancangan gedung 30 lantai selama 1 bulan, setiap lantai yang berhasil anda rancang maka  anda akan mendapatkan bonus sebesar 10 juta, (dosennya tajir ya…) tentunya hal ini benar benar sangat menarik bukan? Anda bayangkan saja seandainya anda mampu menyelesaikannya rancangan gedung 30 lantai dalam sebulan, maka anda akan mendapatkan bonus 300 juta!!! (hah…!!!), tentunya anda bakal termotivasi untuk melaksanakannya walaupun akan banyak tantangan dihadapan anda.

Lain halnya jika dosen anda memilki kekuatan yang dapat mengancam anda, bahwa jika anda gagal merancang gedung 30 lantai dalam sebulan maka nyawa anda taruhannya (sadis ni dosen…), motivasi yang kedua ini pun bakal memaksa anda berkerja ekstra keras, anda akan bekerja dengan konsentrasi penuh, (nyawa taruhannya gitu lho, mana dosa masih numpuk lagi…),Nah, paling tidak hal ini akan berkecamuk dalam pikiran anda, apa yang akan terjadi jika anda berhasil, dan apa pula yang akan terjadi jika kita tidak melakukannya...

“Apabila kamu telah membulatkan tekad , maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal” (TQS Ali Imran ayat 159)

For tambahan perbandingan antara pain dan pleasure…

“(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka..”(TQS At Taubah ayat 35)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, dibawah mereka mengalir sungai sungai di dalam surga penuh kenikmatan”(TQS Yunus ayat 9)

 By Fadhil Mury
Di gado2 dari buku “Fight like tiger, win like champion”*Kebetulan cocok dengan yang sedang ane rasakan.

0 komentar:

Posting Komentar