Masihkah kita berdiam diri?

Masih lekat ingatan kita tentang dua belas karikatur pelecehan atas Nabi Muhammad SAW yang diterbitkan disebuah surat kabar terbesar di Denmark, Jylland Posten; 30 September 2005, dalam terbitannya gambar-gambar kartun tersebut memuat sejumlah gambar yang orang bodoh sekalipun tahu bahwa itu adalah bentuk pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW . Tak cukup saat itu saja sejumlah media justru seolah berlomba menerbitkan kartun tersebut, pada 10 Januari 2006, kartun tersebut kembali diterbitkan pada majalah magazinet sebuah majalah terbitan norwegia, kemudian disusul sebuah Koran Jerman die welt, Koran perancis france soir dan banyak lagi sejumlah media di negara eropa lain yang ikut menerbitkan kartun tersebut. Di Indonesia sendiri tercatat ada dua tabloid yang menerbitkan kartun tersebut Tabloid Gloria dan Tabloid Peta. 

Maka tak heran jika akhirnya berbagai bentuk gelombang protes pun merebak dimana mana, baik dalam bentuk turun ke jalan maupun melalui tulisan di internet, bahkan dalam bentuk kekerasan pun terjadi. Seperti diketahui seorang pemuda Somalia berupaya menghabisi nyawa sang kartunis kotroversi tersebut Kurt Westergaard dirumahnya namun, sayangnya gagal, ia ditangkap setelah kakinya dilumpuhkan dengan tembakan oleh polisi. Selain itu tiga kedutaan besar Denmark diserang dan setidaknya 50 orang terbunuh dalam kerusuhan di Timur Tengah, Afrika dan Asia. 
Bukan menjadi hal aneh jika kaum muslimin bersikap demikian, setidaknya ada 2 hal yang benar menyakitkan bagi kaum muslimin, pertama adalah aktivitas memvisualisasi Nabi Muhammad SAW itu sendiri dan yang kedua, lebih menyakitkan lagi ketika gambar tersebut divisualisasikan dalam bentuk yang sangat menghina dimana salah satu karikatur menggambarkan kepala Nabi Muhammad SAW menggunakan sorban yang didalamnya terdapat bom. 

Seolah tak puas dengan kejadian itu. Hari ini sebuah lomba diadakan untuk menggambar wujud Rasulullah SAW yang dipromosikan melalui sebuah group facebook bertajuk "May 20th 2010 is draw Mohammed day!”, group ini dibuat sejak 5 April 2010, puluhan ribu facebooker diketahui telah menkonfirmasi akan mengikuti lomba tersebut. 

Untuk kesekian kalinya sebuah larangan visualisasi Nabi Muhammad SAW yang benar-benar dijaga oleh kaum Muslimin, kini justru menjadi sebuah perlombaan yang dengan alasan kebebasan bebicara/perpendapat (freedom speech) siapapun memiliki hak untuk mengikutinya, tanpa terkecuali, dari seorang pelacur hingga seorang tak beragama sekalipun, sungguh ironis. 

Ketika saya mencoba mencari tahu tentang kesuksesan acara ini, dan apa yang saya dapati? Baru saya membuka 2 situs luar negeri yang berkaitan dengan acara tersebut, dan saya tak sanggup lagi melihat begitu banyaknya beredar karikatur pelecehan Nabi Muhammad SAW baik dalam bentuk gambar maupun video dengan diiringi musik dalam situs tersebut , seorang Nabi Allah yang digambarkan begitu buruk, hina,…tak cukup kata saya untuk menggammbarkan apa yang saya lihat, gambar itu benar-benar melecehkan. 

Secara pribadi saya benar benar tak rela jika ada orang yang menggambarkan keluarga saya yang benar-benar saya cintai sedemikian buruknya, dan fakta yang ada didepan mata ini adalah gambar Sosok Agung yang benar-benar tak layak digambarkan sedemikian rupa. 

Tidak beriman di antara kalian hingga dia mencintai aku lebih dari mencintai dirinya, orang tuanya, dan anaknya”. (Al-Hadits). 

Umar pernah ditanya olehnya, “Apakah kamu cinta kepada Rasulullah wahai Umar?, Beliau menjawab: “Betul wahai Rasulullah SAW, tapi tidak melebihi kecintaan saya kepada diri saya sendiri. Rasulullah berkata: “Tidak wahai Umar. Kalau kamu cinta kepada Rasulullah, kecintaan itu harus melebihi dari kecintaan kamu kepada diri kamu sendiri”. 

Dari situ saya sadar, saya tak peduli dengan apa yang mereka gambar hari ini, saya tak peduli berapa banyak mereka gambar hari ini , saya tak peduli sebesar apa gambar yang mereka buat, namun yang saya pedulikan SAMPAI KAPAN UMAT ISLAM DISAKITI?!?! 

Umat Islam sudah teralu banyak tersakiti, terzhalimi dan dihinakan, sebuah perlakuan yang benar benar tak layak diterima oleh Umat Islam sebagai Khairu Ummah: 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”(Surah Ali Imran ayat 110) 

Lupakah kita dengan kisah ini? 

Pada zaman Nabi Muhammad SAW seorang tukang emas Yahudi Bani Qainuqa menganiaya kehormatan seorang perempuan Muslim dengan mengikat pinggir bajunya sehingga menyebabkan tubuhnya tersingkap. Saat itu, seorang pria Muslim kebetulan berada di sana dan membunuh orang Yahudi itu. Kemudian orang-orang Yahudi membalas dengan membunuh orang muslim itu. Keluarga pria itu memanggil kaum Muslim untuk membantu dan Nabi Muhammad SAW mengirimkan pasukan melawan mereka dan setelah 15 hari pengepungan seluruh suku Bani Qainuqa diusir dari Madinah. 

Imam bin Atsir mencatat dalam kitab ‘Kamil’ kisah terkenal seorang wanita Muslim yang ditangkap oleh orang-orang Roma dan ditahan di tempat yang bernama ‘Amuriyyah. Tidak puas dengan hanya menangkapnya, mereka mencoba merampas kehormatannya juga. Karena ketakutan dan sendirian dia kemudian memanggil nama Khalifah, “[Ya Mu'tasim] Billah.” Seorang pria menyaksikan kejadian ini dan bergegas kepada Khalifah memberitahukan kepadanya tentang apa yang telah terjadi. Ketika ia mendengar penderitaan wanita ini ia menjawab dengan berani, “Labbaik [Saya di sini mendengar panggilan Anda].” Dia menyiapkan sebuah pasukan besar dan berangkat untuk berperang dan untuk menyelamatkan perempuan itu. Pasukan Mu’tasim kemudian menaklukkan musuh dan memasuki ‘Amuriyyah. Setelah menghancurkan benteng musuh, mereka datang kepada perempuan itu dan membebaskannya. 

Luar biasa, begitu berharganya kehormatan seorang Muslim dan hari ini Rasulullah SAW, Sang Pembawa Risalah dilecehkan kemuliaannya, dan kaum Muslimin hanya dapat berteriak, tak dapat banyak berbuat untuk menghentikannya, pelecehan ini hanyalah satu dari sekian banyak kelancangan yang dilakukan oleh orang kafir la’natullah, tak ada yang berani menjamin hal ini tidak bakal terulang lagi, sudah saatnya kita bangkit menegakkan kembali pelindung Umat, Khilafah ala minhaj Nubuwah yang telah lama meninggalkan kita, umat Islam hari ini ibarat anak ayam yang kehilangan induknya, Rasulullah SAW dilecehkan, Mushaf Al Quran dijadikan tisu toilet, negara negara kaum Muslimin dicaplok, penjajahan ekonomi, dan banyak lagi. 

Masihkah kita berdiam diri?

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Subhanallah.....

ntah harus berkata apa....
saya hanya bilang terimakasih atas info yang antum sampaikan..
sungguh bermanfaat untuk muhasaabah saya khususnya dan umat mukmin yang lainnya...
jazakumullah khairan

Posting Komentar